Sasaran Program Studi

Upaya untuk menjamin keberlanjutan (sustainability) program studi, khususnya dalam hal:

  1. Upaya untuk meningkatkan animo calon mahasiswa:
    • Melakukan roadshow ke beberapa SMU di Surabaya yang dilaksanakan setiap tahun oleh Himpunan Mahasiswa PWK-ITS. Selain itu roadshow juga dilakukan oleh Tim dari ITS dan Jurusan ke SMU di kota-kota besar Jawa Timur (hingga sekarang telah dilakukan tiga kali roadshow, yaitu pada tahun 2012, 2013 dan tahun 2014).
    • Kunjungan siswa-siswa SMA dan Bimbingan Belajar di Surabaya untuk menghadiri openhouse di Jurusan PWK (PLANOPOLIS), dan mengikuti kegiatan yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa PWK-ITS (antara lain mengikuti lomba fotografi, poster, tryout, debat dalam Bahasa Inggris) secara periodik setiap tahun.

 

  1. Upaya peningkatan mutu manajemen:

Jurusan  PWK saat ini telah memiliki struktur organisasi yang terdiri dari  Ketua Jurusan, Sekertaris Jurusan, Sub Bagian Umum, Laboratorium  (Laboratorium Perencanaan Wilayah, Perencanaan Kota dan Laboratorium Komputasi), Komisi Pertimbangan Jurusan,  dan dosen.

Pada saat ini Jurusan PWK telah melakukan upaya untuk merumuskan dasar-dasar keorganisasian dalam memantapkan fungsi-fungsi manajerial organisasi berupa perencanaan, pengelolaan, pelaksanaan, dan pengawasan, yang meliputi:

  1. Pengembangan basis data inventaris jurusan
  2. Pelaksanaan evaluasi diri
  3. Penyusunan Rencana Pengembangan Jurusan PWK
  4. Pengembangan Sistem Administrasi Akademik
  5. Penyusunan Standar Pelaksanaan Studio

 

Pada tahun 2014 Jurusan PWK ITS mengajukan Proposal Pembukaan Program Studi S-2 Perencanaan Wilayah dan Kota. Saat ini sedang dalam proses pembahasan di Senat Akademik ITS.

 

  1. Upaya untuk peningkatan mutu lulusan:

PSS PWK-ITS merupakan lembaga pendidikan yang berorientasi untuk menghasilkan lulusan tidak hanya dengan kemampuan analisis yang tajam dan berkualitas; keahlian dalam menyampaikan informasi dan konsep-konsep perencanaan secara komunikatif dan representatif; tetapi juga kesiapan memasuki dunia kerja secara mandiri.

Untuk mendapatkan kompetensi tersebut upaya yang dilakukan adalah :

  1. Pada tahun 2014 PSS PWK-ITS mengevaluasi Kurikulum 2009-2014 dan menyusun Kurikulum 2014-2019 yang berbasis KKNI. Kurikulum ini disusun dalam rangka menyiapkan mahasiswa menghadapi AEC dan AFTA yang dimulai pada tahun 2015 ini.
  2. Kurikulum 2014-2019 mewajibkan mahasiswa mengikuti mata kuliah Kewirausahaan yang ditempatkan di semester VIII. Melalui perkuliahan ini mahasiswa dilatih untuk mengembangkan usaha mandiri (mampu menciptakan lapangan kerja sendiri).
  3. Untuk membekali mahasiswa (dan calon lulusan) agar mempunyai kemampuan menulis karya ilmiah, PSS PWK-ITS menyelenggarakan tutorial penulisan karya ilmiah mahasiswa.
  4. Untuk menyiapkan lulusan yang memiliki kompetensi unggul dan profesional dalam penyusunan rencana tata ruang, PSS PWK-ITS berencana membuka Program Profesional Satu Tahun yang diselenggarakan melalui kerjasama dengan Ikatan Ahli Perencanaan Jawa Timur.

 

  1. Upaya untuk pelaksanaan dan hasil kerjasama kemitraan:

Melaksanakan kerjasama dengan instansi pemerintah; antara lain dengan :

  1. Pemerintah Kota Surabaya; (Kerja Sama dengan Jurusan PWK) dalam rangka peningkatan kualitas aparat Pemerintah Kota Surabaya dalam bidang perencanaan kota dan perancangan kota dalam rangka persiapan pelimpahan wewenang penerbitan IMB ke Kantor Kecamatan; melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan pada tahun 2012.

 

  1. Pemerintah Kabupaten Sumenep (Kerja Sama dengan Jurusan PWK); dalam rangka peningkatan kualitas aparat untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan implementasi rencana tata ruang dan pelaksanaan pembangunan fisik di Kabupaten Sumenep; melalui pendidikan dan pelatihan yang diselenggarakan pada tahun 2012.
  2. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi (Dengan Bappeda Kabupaten Banyuwangi melalui kerja sama dengan LPPM ITS) dalam rangka penyusunan rencana tata ruang (empat RDTRK, dua Rencana Kawasan Strategis, dan satu rencana Tata Ruang Kawasan Pesisir) yang diselenggarakan pada Tahun 2014.
  3. Pemerintah Kabupaten Sumenep dalam rangka penyusunan Raperda Perumahan dan Permukiman yang diselenggarakan pada Tahun 2014.
  4. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi (Kerja Sama Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur dan Jurusan PWK ITS) dalam rangka Pengabdian Masyarakat pada masyarakat nelayan di Muncar.

 

  1. Upaya untuk pelaksanaan dan hasil kerjasama kemitraan:

Upaya-upaya yang dilakukan Jurusan PWK dalam memperoleh dana hibah kompetitif adalah:

  • Mengembangkan budaya penelitian bagi dosen muda di setiap laboratorium di Jurusan PWK. Upaya ini dilakukan melalui insentif penelitian dari jurusan, sehingga diharapkan dapat menggairahkan minat dan menambah pengalaman penelitian bagi dosen muda, sehingga nantinya dapat bersaing dalam penelitian yang lebih kompetitif.
  • Membentuk forum komunikasi dan kerja sama antar laboratorium di Jurusan PWK untuk meningkatkan daya saing dalam mengikuti kompetisi-kompetisi penelitian dan pengabdian masyarakat yang bersifat kolaboratif.
  • Memfasilitasi dosen-dosen yang akan mengusulkan hibah kompetitif, seperti penelitian, pengabdian masyarakat, dan lain-lain berupa dana talangan penelitian, monitoring internal, hardware, software, dan fasilitas lainnya yang dibutuhkan, sehingga memudahkan dosen baik dalam mengusulkan dan melaksanakan penelitian.
  • Membangun bank proposal di setiap laboratorium sesuai dengan roadmap untuk memudahkan dalam penyusunan proposal apabila ada informasi penelitian yang harus segera diikuti.
  • Memfasilitasi dosen untuk mengikuti pelatihan-pelatihan yang relevan sehingga dapat meningkatkan kapasitasnya untuk bersaing dalam hibah-hibah kompetitif.
  • Mengorganisasikan mahasiswa dan alumni yang tertarik berkiprah di laboratorium sebagai asisten, dimana kemampuan mereka dapat dimanfaatkan untuk mendukung operasionalisasi di dalam penyusunan proposal maupun pelaksanaan penelitian.

Upaya-upaya yang telah dilakukan, ternyata memberikan hasil yang positif bagi PWK dalam memperoleh dana hibah kompetitif, diantaranya:

  1. Peningkatan pencapaian dalam Penelitian Unggulan Perguruan Tinggi, seperti penelitian Sistem Inovasi Daerah (SIDa), penelitian fundamental, penelitian unggulan, penelitian non unggulan, dan skema penelitian lainnya
  2. Peningkatan pencapaian dalam hibah e-learning
  3. Peningkatan pencapaian dalam hibah Program Kreatifitas Mahasiswa yang didanai.