Penerapan Participatory Urban Farming sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Pada Kampung Keputih Surabaya Sebagai Salah Satu Bentuk Pengabdian dari PWK ITS Untuk Masyarakat

Menjadi salah satu bagian dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember, departemen Perencanaan Wilayah dan Kota merupakan satu satunya departemen yang bergelut di dunia sosial engineering. Tentu hal tersebut membuat departemen Perencanaan Wilayah dan Kota tidak jauh-jauh dari yang namanya masyarakat. Selaras dengan salah satu bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh departemen Perencanaan Wilayah dan Kota tahun 2018 ini yang berjudul “Penerapan Participatory Urban Farming sebagai Upaya Peningkatan Ketahanan Pangan Pada Kampung Keputih Surabaya”. Kegiatan tersebut diusung oleh salah satu Laboratorium di departemen Perencanaan Wilayah dan Kota yaitu Laboratorium Pengembangan Wilayah, Pesisir, dan Lingkungan.

Sesuai dengan namanya, kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatan ketahanan pangan di salah satu kampung di Keputih Surabaya dengan Urban Farming. Kegiatan Urban Farming yang dipilih dalam pengabdian masyarakat ini adalah penanaman sayur-sayuran dengan teknik hidroponik yang dilakukan di RT.07/RW.08 Kelurahan Keputih Surabaya. Minggu, 13 Mei 2018 kegiatan tersebut dimulai. Tepat pukul 09.00 WIB acara dibuka oleh MC yang kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ketua Laboratorium Pengembangan Wilayah, Pesisir, dan Lingkungan, Dr. Ir. Eko Budi Santoso, Lic.rer.reg atau biasa dipanggil Pak Eko oleh Mahasiswa Perencanaan Wilayah dan Kota. Setelah sambutan selesai dilakukan penyerahan tanaman secara simbolis oleh Pak Eko kepada ketua RT. 07/RW. 08, Pak Joko dan dilanjutkan dengan foto bersama.

Kegiatan penanaman hidoponik dilakukan di Balai RT. 07/RW. 08, diikuti oleh 30 ibu-ibu yang tergabung dalam kegiatan PKK di kampung tersebut. Teknik hidroponik yang dipilih merupakan teknik paling mudah diterapkan dan ditiru oleh masyarakat lainnya. Teknik tersebut menggunakan alat-alat yang sangat sederhana dan mudah didapatkan, hanya sebuah botol aqua bekas 1.5 liter, dua buah aqua gelas bekas, kain bekas, cutter/gunting/pisau dan bibit sayuran. Sedangkan media tanam yang digunakan bernama rockwoll hidroponik.