Penerapan Green City untuk Masa Depan Sejahtera

Sebanyak 45 mahasiswa Institut Teknologi Kalimantan (ITK) berkunjung ke Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk melakukan diskusi mengenai isu perkotaan dan kuliah tamu dengan tema Green City, Senin (12/2).

Green city merupakan konsep pembangunan kota berkelanjutan dan ramah lingkungan. Konsep itu dicapai melalui strategi pembangunan yang menyeimbangkan antara pertumbuhan ekonomi, kehidupan sosial dan perlindungan lingkungan. Hal tersebut menjadikan kota sebagai tempat layak huni tak hanya bagi generasi sekarang, namun juga untuk generasi selanjutnya.

Dosen Departemen PWK ITS, Ema Umilia ST MT, yang menjadi pemateri pada kuliah tamu tersebut menjelaskan bahwa Green city ini bertujuan untuk menyejahterakan warganya. “Tak usah jauh-jauh, Surabaya juga sudah menerapkan konsep itu sejak lama. Hal ini bisa dilihat dari adanya pengembangan panel surya serta kincir angin yang ada di sini,” ungkapnya.

Namun, menurut Ema, masalah air bersih di Surabaya masih memerlukan banyak kajian untuk bisa diikutkan dalam konsep green city. “Singapura merupakan contoh negara terdekat yang telah berhasil menerapkan konsep ini,” tutur wanita berkacamata itu.

Diterangkan Ema lagi, rancangan kota dengan konsep green city merupakan perencanaan tata ruang yang berprinsip pada konsep pembangunan kota berkelanjutan. “Tak hanya ramah lingkungan, kota semacam ini juga menciptakan tata ruang yang atraktif serta estetik,” imbuhnya.

Dengan dibantu oleh kesadaran dari masyarakat kota itu sendiri, kata Ema, konsep perkotaan masa depan dipastikan bisa berjalan dengan lancar. Sehingga bisa berdampak baik bagi generasi sekarang maupun masa depan kelak. (li/hil)