Pelatihan GIS Kebencanaan Tingkat Dasar

Peserta menyimak materi yang disampaikan oleh Nursakti Adhi Pratomoatmojo, S.T., M.Sc.

Menindak lanjuti kegiatan Workshop Pemetaan Resiko Bencana Berbasis Sistem Informasi Geografis di Propinsi Jawa Timur kerjasama antara PSKBPI-LPPM, BPBD Jatim, dan Laboratorium Komputasi dan Pemodelan PWK ITS yang diselanggarakan pada tanggal 3 April 2013 di Ruang Sidang Lantai 1 Gedung Rektorat ITS, Laboratorium Komputasi dan Pemodelan PWK ITS menyelenggarakan kegiatan Pelatihan GIS Kebencanaan Tingkat Dasar. Tujuan dari pelatihan ini adalah memberikan pengetahuan dan pendidikan tingkat dasar tentang GIS khususnya software ArcGIS 9.3 serta penggunaannya untuk kepentingan pemetaan bencana. Seperti diketahui, pemetaan risko bencana merupakan awal dari manajemen risiko bencana. Untuk penyiapan peta resiko, pengetahuan dasar tentang penggunaan alat dalam menghasilkan peta risiko adalah suatu keharusan. Salah satu alat untuk menghasilkan peta risiko adalah GIS (Geographic Information System).  GIS adalah informasi yang dibuat untuk berbagai data yang dikumpulkan dengan keruangan atau koordinat geografi. Dengan kata lain, GIS adalah sebuah sistem database dengan kemampuan spesifik untuk data keruangan dan juga sebuah perangkat operasi untuk bekerja dengan data.

Penyampaian materi I tentang Pengenalan GIS dan Aplikasi GIS dalam platihan GIS Kebencanaan tingkat dasar oleh Adjie Pamungkas, S.T., M.Dev.Plg., Ph.D.

    Pelatihan ini diseleranggarakan selama tiga hari yaitu mulai tanggal 3-5 Mei 2013 di Laboratorium Komputasi dan Pemodelan, Lantai 3 Gedung A PWK ITS. Pelatihan ini diikuti oleh 6 orang peserta yaitu BPBD Kab. Jombang, BPBD Kab. Nganjuk, BPBD Kab Madiun, Mahasiswa S2, dan 2 peserta dari BPBD Kab Madiun. Pelatih merupakan tim dari Laboratorium PWK ITS yaitu Nursakti Adhi Pratomoatmojo, S.T., M.Sc., Adjie Pamungkas, S.T., M.Dev.Plg., Ph.D., dan Hertiari Idajati, S.T., M.Sc.dengan metode pelatihan berupa pemaparan singkat tentang materi yang disampaikan serta praktikum langsung dengan menggunakan software ArcGIS 9.3. Materi yang disampaikan yaitu mulai dari pengenalan teoritis tentang GIS serta materi praktik penggunaan software ArcGIS 9.3. Materi praktik penggunaan software ArcGIS 9.3 dimulai dari rektifikasi (georeferencing) peta dasar, digitasi peta, memasukkan data atribut, menampilkan simbologi, membuat layout serta mengexport hasil peta ke bentuk media lain misal jpeg dan pdf.

Peserta pelatihan berasal dari BPBD di Jawa Timur dan mahasiswa S2

      Selama pelatihan, peserta sangat antusias memahami materi yang disampaikan serta melakukan praktek langsung terhadap software ArcGIS 9.3.Dalam pelatihan ini pelatih didampingi oleh asisten untuk dapat berinteraksi langsung dengan peserta pelatihan. Adapun proporsi peserta pelatihan dengan asisten yang disediakan adalah 2:1, yaitu dua peserta didampingi oleh satu asisten. Materi dan contoh penerapan penggunaan software yang berkaitan dengan kebencanaan menjadi sangat mudah dipahami oleh seluruh peserta. Setelah kegiatan pelatihan ini berakhir, peserta berharap ada pelatihan tingkat lanjut terkait pemanfaatan GIS di bidang kebencanaan. Selain itu, diharapkan juga kegiatan ini dapat diikuti oleh seluruh BPBD yang ada di Jawa Timur bekerjasama dengan BPBD Provinsi Jawa Timur.

Leave a Reply