Bekali Mahasiswa PWK ITS Tentang Choice Modelling

Gelaran kuliah tamu yang bertajuk Revealed and Stated Preference Survey: Pengumpulan Data dan Analisis ini berlangsung di Ruang 305 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Selasa (27/2). Acara ini bertujuan untuk mengedukasi mahasiswa PWK ITS supaya memiliki kompetensi yang andal dalam hal pemodelan pemilihan moda transportasi.

Animo mahasiswa yang hadir pun cukup tinggi, khususnya mahasiswa yang sedang mengambil mata kuliah manajemen transportasi, metode penelitian dan tugas akhir yang relevan dengan topik tersebut. “Dalam kehidupan sehari – hari manusia itu dihadapkan dengan berbagai pilihan,” ungkap Yosritzal ST MT PhD membuka kuliah tamunya.

Menurutnya, dalam melakukan sebuah perjalanan sudah lumrah hukumnya untuk menentukan transportasi apa yang akan digunakan sebelum berangkat. Kondisi tersebut menuntut adanya berbagai macam hal yang harus dipertimbangkan, baik dari segi waktu, biaya, dan kualitas pelayanan. “Itu yang dinamakan sebagai choice modelling,” jelas dosen Teknik Sipil Universitas Andalas tersebut.

Choice modeling merupakan suatu metode pemodelan pemilihan. Dalam hal ini, modelling dikaitkan dengan sebuah penyederhanaan dari sebuah realita, supaya bisa memprediksi sesuatu yang akan terjadi. Ada dua pendekatan yang sering digunakan yaitu Revealed dan Stated Preference. “Mayoritas praktisi lebih memilih menggunakan stated preference karena dapat diterapkan diberbagai bidang,” timpalnya.

Ia menambahkan bahwa stated preference sendiri memiliki tiga metode untuk membantu menginterpretasikan data. Adapun ketiga metode tersebut antara lain, rank ordering, rating scale, dan choice. Rank ordering sudah jarang sekali digunakan, karena banyaknya hal yang harus dipertimbangkan. Sehingga hanya metode rating scale dan choice lah yang umum digunakan oleh praktisi.

”Namun, perlu diketahui saja kalau metode – metode tersebut akan lebih mudah dikerjakan melalui software SPSS atau Excel,” tambahnya. Yos sangat menyayangkan karena pada kesempatan kali ini tidak ada waktu untuk praktek langsung. Karena pada dasarnya ini hanya kuliah tamu saja tidak workshop. Sehingga kurang pas rasanya jika tidak hands on, lanjutnya.

Dalam hal ini sebenarnya pemilihan model preference yang akan digunakan bisa didasarkan pada karakteristik individu responden. Karakteristik tersebut bisa didapat melalui GPS tracking dan sensor yang dipasang di kendaraan seseorang. “Ini dilakukan untuk mengungkap perilaku perjalanan dari seorang individu,” paparnya.
Kedepannya, Siti Nurlaela ST MCom PhD, selaku moderator, mengharapkan mahasiswa mampu mengadopsi ilmu yang diberikan untuk menunjang studinya. (bel)