Studi Ekskursi PWK ITS ke Singapura

Awal tahun 2018, tepatnya 23-25 Januari 2018 beberapa mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) angkatan 2014 melakukan studi ekskursi ke Singapura. Singapura dijadikan tujuan studi karena memiliki sistem penataan ruang yang berbeda dengan Indonesia. Untuk itu mahasiswa ingin mengunjungi Urban and Regional Authority (URA) sebagai otoritas bidang tata ruang di Singapura. Selain itu pengolahan dan pemanfaatan air yang dikelola Public Utilities Board (PUB) juga menarik perhatian mahasiswa karena Singapura sebagai negara yang tidak memiliki sistem tata kelola air alami ternyata dapat memenuhi kebutuhan air bersih warganya.
Singapura merupakan negara yang mengimplementasikan kombinasi rencana jangka panjang berupa rencana strategis penggunaan lahan dengan master plan yang sifatnya lebih rinci dalam mengatur pembangunan fisik di negaranya. Berbagai model maket tiga dimensi dan dokumen-dokumen amandemen pemanfaatan ruang menjadi sorotan menarik dalam melihat dari dekat potret manajemen pembangunan kota selama kunjungan kami di URA.

Selain efisiensi dalam mengelola ruang hidup yang luasnya terbatas, efisiensi juga dilakukan dalam pengelolaan air bersih. Limbah buangan rumah tangga menjadi berharga karena Singapura tidak memiliki sistem hidrologi alami yang mampu memberikan suplai air bersih secara terus menerus. Investasi besar diberikan untuk membuat instalasi pengolahan air bersih baik dari air hujan ataupun air limbah rumah tangga. Penjelasan terkait sistem pengolahan air limbah rumah tangga tersebut memberikan pengetahuan baru kepada mahasiswa selama kunjungan di PUB. Penjelasan yang gamblang dari pemandu memberikan pemahaman yang menyeluruh terhadap bagaimana hari ini Singapura mengelola sumberdaya airnya.

Selain mengunjungi instansi-instansi teknis mahasiswa juga mengunjungi beberapa lokasi strategis, seperti Marina Barrage, Gardens by The Bay, Marina Bay dan Kampong Glam. Lokasi-lokasi tersebut memberikan wawasan dan memberikan motivasi kepada mahasiswa bahwa ditengah permasalahan minimnya sumberdaya pembangunan, Singapura tetap mampu berkembang dan memberikan layanan prima kepada warganya.